- Agama menurut Emile durkheim bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci.
Menurut saya, Perkawinan Beda agama itu sulit, karena anak kita harus memilih salah satu agama tersebut. Tapi disisi lain terbentuklah nilai toleransi antar Agama.
ada 4 Perspektif dalam sosiologi :
Perspektif Fungsionalis
Dalam perspektif ini, masyarakat dilihat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar anggota masyarakat tersebut. Jadi, masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang stabil, selaras, dan seimbang. Dengan demikian menurut pandangan perspektif ini, setiap kelompok atau lembaga melaksanakan tugas tertentu secara terus-menerus, karena hal itu fungsional. Sehingga, pola perilaku timbul karena secara fungsional bermanfaat dan apabila kebutuhan itu berubah, pola itu akan hilang atau berubah.
Perspektif Evolusi
Perspektif ini ini merupakan perspektif teoretis yang paling awal dalam sosiologi. Penganutnya adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer. Perspektif ini memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana masyarakat manusia tumbuh dan berkembang. Para sosiolog yang menggunakan perspektif ini mencari pola perubahan dan perkembangan yang muncul dalam masyarakat yang berbeda untuk mengetahui apakah ada urutan perubahan yang berlaku umum. Dalam perspektif ini secara umum dapat dikatakan bahwa perubahan manusia atau masyarakat itu selalu bergerak maju (secara linear), namun ada beberapa hal yang tidak ditinggalkan sama sekali dalam pola kehidupannya yang baru dan akan terus dibawa meskipun hanya kecil sampai pada perubahan yang paling baru.
Perspektif Interaksionisme
Perspektif ini cenderung menolak anggapan bahwa fakta sosial adalah sesuatu yang determinan terhadap fakta sosial yang lain. Bagi perspektif ini, orang sebagai makhluk hidup diyakini mempunyai perasaan dan pikiran.
Perspektif Konflik
Perspektif ini melihat masyarakat sebagai sesuatu yang selalu berubah, terutama sebagai akibat dari dinamika pemegang kekuasaan yang terus berusaha memelihara dan meningkatkan posisinya. Perspektif ini beranggapan bahwa kelompok- kelompok tersebut mempunyai tujuan sendiri yang beragam dan tidak pernah terintegrasi. Dalam mencapai tujuannya, suatu kelompok seringkali harus mengorbankan kelompok lain. Karena itu konflik selalu muncul, dan kelompok yang tergolong kuat setiap saat selalu berusaha meningkatkan posisinya dan memelihara dominasinya.
diatas adalah pengertian dari masing-masing perspektif sosiologis kaitannya dengan pernikahan beda agama menurut saya bila ditinjau dari perspektif evolusi bahwa Perspektif evolusi memberikan keterangan yang memuaskan tentang bagaimana masyarakat manusia tumbuh dan berkembang, dengan adanya evolusi berarti cinta yang dimiliki oleh sepasang beda agama itu dapat tumbuh dan berkembang kearah pernikahan. perspektif interaksionis Bagi perspektif ini, orang sebagai makhluk hidup diyakini mempunyai perasaan dan pikiran . Dengan perasaan dan pikiran orang mempunyai kemampuan untuk memberi makna terhadap situasi yang ditemui, dan mampu bertingkah laku sesuai dengan interpretasinya sendiri.Perspektif Fungsionalis Dalam perspektif ini, masyarakat dilihat sebagai suatu kelompok yang bekerja sama secara terorganisasi dan teratur, serta memiliki seperangkat aturan dan nilai yang dianut sebagian besar anggota masyarakat tersebut, jadi ketika mereka memutuskan untuk melangkah ke pernikahan mereka juga sudah mengetahui fungsi dari pernikahan mereka untuk apa. Perspektif Konflik Perspektif ini melihat masyarakat sebagai sesuatu yang selalu berubah, Perspektif ini beranggapan bahwa kelompok-kelompok tersebut mempunyai tujuan sendiri, setiap individu yang menikah pasti memiliki tujuan masing-masing dari pernikahannya tersebut.
Menurut Filsafat Manusia.
Perkawinan dapat dilihat sebagai suatu “penyatuan cinta”. Pada umumnya, hidup perkawinan dimulai dengan cinta dan sikap saling mengasihi. Ia ada dan akan berkembang atas dasar cinta dan kasih. Seluruh kehidupan bersama sebagai suami istri didasarkan dan diresapi seluruhnya oleh cinta dan kasih . maka atas dasar eksistensi cinta kasih itulah maka mereka yang berbeda agama tidak memandang hal tersebut sebagai permasalahan, karena mereka telah dewasa dan memiliki komitmen masing-masing serta tanggung jawab dan konsekuensi yang mereka pilih untuk menikah.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
http://alfinnitihardjo.ohlog.com/perspektif-dalam-sosiologi.oh112670.html, post on sep, 26, 2010.

