Marvelous

Marvelous

Senin, 28 April 2014

Perspektif Besar Dalam Sosiologi

Perspektif sosiologi adalah pola pengamatan ilmu sosiologi dalam mengkaji tentang kehidupan masyarakt dengan segala aspek atau proses social kehidupan didalamnya.

1. Perspektif Evolusi Evolusi itu sendiri diartikan sebagai perubahan sehingga jika dikaitkan dengan sosiologi yaitu menitik beratkan pada pola perubahan masyrakat dalam kehidupannya.Perpektif evolusi merupakan pandangan teoritis yang paling awal dalam sosiologi. Pandangan seperti ini didasarkan pada karya Auguste Comte, Herbert Spencer, dan Ibnu Khaldun. Para tokoh ini melihat pada pola perubahan dalam masyarakat. Mereka mengkaji masyarakat dengan menitikberatkan pada evolusinya.

2. Perspektif Interaksionis atau simbolik
Pandangan ini mengkaji masyarakat dari interaksi simbolik yang terjadi di antara individu dan kelompok masyarakat. Tokoh yang menganut pandangan interaksionis misalnya G.H Mead dan C. H Cooley. Mereka berpendapat bahwa interaksi manusia berlangsung melalui serangkaian simbol yang mencakup gerakan, tulisan, ucapan, gerakan tubuh, dan lain sebagainya. Pandangan ini lebih mengarah pada studi individual atau kelompok kecil dalam suatu masyarakat, bukan pada kelompok-kelompok besar atau institusi sosial.


3. Perspektif Struktural Fungsional
Dalam perspektif ini, masyarakat dianggap sebagai sebuah jaringan teroganisir yang masing-masing mempunyai fungsi. Institusi sosial dalam masyarkaat mempunyai fungsi dan peran masing-masing yang saling mendukung. Masyarakat dianggap sebagai sebuah sistem stabil yang cenderung mengarah pada keseimbangan dan mejaga keharmonisan sistem. Pandangan ini banyak dianut intelektual Orde Baru dalam mendukung kekuasaan pemerintah.

4. Perspektif Konflik
Pendekatan ini terutama didasarkan pada pemikiran Karl Marx. Teori konflik melihat masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerus di atara kelompok atau kelas. Dalam pandangan teori konflik masyarakat diakuasai oleh sebagian kelompok atau orang yang mempunyai kekuasaan dominan. Selain Marx dan Hegel tokoh lain dalam pendekatan konflik adalah Lews Coser.
 
Referensi :
http://bujang-blagak.blogspot.com/2012/05/perspektif-dalam-sosiologi-dan.html (28 - 04 - 2014, 17:58 WIB)

Rabu, 02 April 2014

Tari Piring

Tarian Piring merupakan sebuah seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Tari ini merupakan salah satu seni tarian Minangkabau yang masih digunakan penduduk keturunan Minangkabau.Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani pada masa bercocok tanam. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut. Untuk menambah unsur-unsur estetika , magis dan kejutan dalam tarian ini, penari lelaki dan perempuan akan memijak piring-piring pecah tanpa rasa takut dan tidak pula luka. Penonton tentu akan berasa ngeri apabila kaca-kaca pecah dan tajam itu dipijak sambil menari.

                                          Gambar Tari Piring 1.1


                                          Gambar Tari Piring 1.2



                                         Gambar Tari Piring 1.3



Referensi :http://tari-piring.blogspot.com/2012/04/tari-piring.html (02 - 04 - 2014 WIB)